4 verifikasi Manajemen Informasi-Rekam Medis dalam akreditasi Puskesmas

4 Verifikasi Manajemen Informasi-Rekam Medis dalam akreditasi Puskesmas

  1. Ada pembakuan kode klasifikasi diagnosis, kode prosedur. simbol dan istilah yg konsisten & sistematis sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Serta penggunaan ICD-X/ICD-9 pada saat melakukan koding diagnosis. Ini dimaksudkan agar informasi data pasien dapat akurat berdasarkan isi catatan medisnya dan sesuai dengan standar baku yang telah ditentukan.
  2. Petugas dapat mengakses info medis sesuai tugas & tanggungjawabnya yg mencakup monitoring & evaluasi pelayanan & asuhan yg diberikan. Pengaksesan informasi konsisten dengan tingkat kerahasiaan & keamanan informasi (konfidensial). Akses info medis ini dimaksudkan untuk pihak intern, ekstern dan juga pihak ketiga dalam hal ini asuransi, instansi perusahaan dan lainnya. Aspek securitas konfidensialnya harus dijaga terutama jika diminta dari pihak ketiga harus ada persetujuan dari pasien dahulu.
  3. Terdapat rekam medis pasien dengan kode yang baku, terdapat mekanisme pengkodean, penyimpanan, dan pendokumetasian yang memudahkan petugas. Ini bertujuan setiap proses identifikasi dan hasil pelayanan dapat berkesinambungan baik info medisnya selama periode perawatan sehingga mudah dalam penyajian datanya.
  4. Isi rekam medis mencakup ; diagnosis, pengobatan, hasil pengobatan & kontinuitas asuhan. Ada mekanisme untuk menilai kelengkapan & ketepatan isi rekam medis, Ada evaluasi terhadap hasil penilaian dan mekanisme menjaga kerahasiaan rekam medis. Standar isi minimal rekam medis harus dipenuhi ini berkaitan dengan desain formulirnya.

Source: http://arieswidiyoko.wordpress.com/2012/10/27/rekam-medis-dalam-akreditasi-puskesmas/

Thanks to: Pak Aries Widiyoko Dosen APIKESCM

Prinsip pencatatan data pasien di Puskesmas

Prinsip pencatatan data pasien di Puskesmas :

  1. Setiap pasien yang datang berkunjung ke puskesmas, di loket pendaftaran akan langsung diberikan satu lembar Lembar Register Pasien, dan datanya akan dicatat pada Lembar Register Pasien(pasien baru dan lama). Satu pasien mendapat satu lembar untuk satu kunjungan(pasien baru).
  2. Pada tahap lebih lanjut input data ke komputer, untuk Simpustu perlu 1 unit komputer dan buku register manual bisa ditinggalkan.
  3. Kunjungan pasien di semua tempat luar gedung pun akan mendapat lembar register yang sama. Lembar Register ini juga berfungsi sebagai pengganti resep.

Setelah pasien dilayani, lembar register dilengkapi dan divalidasi mulai dari loket sampai ke ruang obat, selanjutnya register dikumpulkan di ruang Simpus untuk dimasukkan ke program Simpus oleh operator.
Sumber : http://ceritasimpus.wordpress.com

Alur pasien
1. Pasien datang ke loket pendaftaran untuk melakukan registrasi.
2. Kemudian menunggu antrean untuk dipanggil(ada yg telah menyediakan nomor antrean)
3. Menuju poli yg dituju untuk dilakukan anamneses, pemeriksaan, pengobatan setelah itu dibuatkan resep.
4. Resep diberikan ke apotek/bag.obat kemudian ke kasir setelah obat selesai dipanggil untk mengambil kemudian pulang
5. Semoga lekas sembuh……

Source: http://arieswidiyoko.wordpress.com/2012/09/25/prinsip-pencatatan-data-pasien-di-puskesmas/

Thanks to: Pak Dosen. hehee

Pengembangan SIMPUS

 A.   Implementasi SIMPUS

Pengembangan Simpus adalah proses pengolahan dari semua data dasar di puskesmas dan diharapkan bisa menggantikan SP2TP. Didukung dengan perkembangan teknologi informasi Simpus bisa dikembangkan menjadi sebuah perangkat lunak (software).

Saat ini sudah banyak dikembangkan Simpus berbasis WEB atau Dekstop, dimana fungsinya adalah mengolah data dasar Puskesmas dari sehingga sistem pelaporan ke Dinas Kesehatan dapat berjalan dengan lancar sehingga dapat digunakan sebagai pendukung pengambilan keputusan dalam mengatasi masalah kesehatan di wilayah kerjanya dan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Pada bab ini akan dibahas sedikit tentang bagaimana pengembangan SP2TP menjadi Simpus, dengan tujuan akan menghasilkan informasi yang lebih cepat dan akurat.

Persiapan dalam implementasi simpus dapat dilakukan,melalui :

  1. Membentuk tim informasi puskesmas yang bertanggung jawab terhadap input data dan back up data yang sudah dimasukkan ke dalam program.
  2. Melakukan pendataan dasar untuk wilayah kerja puskesmas;data dasar yaitu data informasi puskesmas, data lokasi pelayanan kesehatan, data desa dan dusun, data petugas, data pekerjaan, dan data jenis pasien.
  3. Melakukan alur data secara manual; melakukan uji coba terlebih dahulu dengan cara manual sebelum memakai sistem komputerisasi.
  4. Sosialisasi data-data dasar puskesmas ke semua staf yang terkait.
  5. Melakukan uji coba penanganan data dari manual ke komputer.
  6. Melakukan pengolahan data dengan komputer apabila program telah berjalan dengan lancar.

  Lanjutkan membaca Pengembangan SIMPUS

Konsep Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas

A.   Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas(SP2TP)

SP2TP adalah tata cara pencatatan dan pelaporan yang lengkap untuk pengelolaan puskesmas meliputi keadaan fisik, sarana, dan kegiatan pokok yang dilakukan  serta hasil  yang telah dicapai.

  1. Tujuan SP2TP
    1. Tersedianya data yang meliputi keadaan fisik, tenaga, sarana dan kegiatan pokok puskesmas secara akurat tepat waktu dan mutakir
    2. Terlaksananya pelaporan data data secara teratur di berbagai jenjang administrasi sesuai dengan peraturan yang berlaku
    3. Dipergunakan data tersebut untuk pengambilan keputusan dalam rangka pengelolaan program kesehatan masyarakat melalui puskesmas diperbagai tingkat administrasi.
    4. Ruang Lingkup SP2TP
      1. SP2TP dilakukan oleh semua puskesmas termasuk puskesmas pembantu dan puskesmas keliling
      2. Pencatatan dan pelaporan mencakup :

1)     Data umum dan demografi  wilayah kerja puskesmas.

2)     Data  ketenagaan di puskesmas.

3)     Data sarana yang dimiliki puskesmas.

4)     Data kegiatan pokok puskesmas baik dalam / luar  gedung.

  1. Pelaksanaan
  2. Pencatatan dengan menggunakan  format Buku register :

Kegiatan pokok, Azas, Stratifikasi, Perencanaan mikro puskesmas

A. Kegiatan Pokok Puskesmas

Sesuai dengan kemampuan tenaga maupun fasilitas yang berbeda-beda, maka kegiatan pokok yang dapat dilaksanakan oleh sebuah Puskesmas akan berbeda-beda pula. Namun demikian kegiatan pokok Puskesmas yang seharusnya dilaksanakan adalah sebagai berikut :

  1. Kesejahteraan Ibu dan Anak.
  2. Keluarga Berencana.
  3. Usaha Peningkatan Gizi.
  4. Kesehatan Lingkungan.
  5. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular.
  6. Pengobatan Termasuk Pelayanan Darurat Karena Kecelakaan.
  7. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat.
  8. Kesehatan Sekolah.
  9. Kesehatan Olahraga.
  10. Perawatan Kesehatan Masyarakat.
  11. Kesehatan Kerja.
  12. Kesehatan Gigi dan Mulut.
  13. Kesehatan Jiwa.
  14. Kesehatan Mata.
  15. Laboratorium Sederhana.
  16. Pencatatan dan Pelaporan Dalam Rangka Sistem Informasi Kesehatan.
  17. Kesehatan Lanjut Usia.
  18. Pembinaan Pengobatan Tradisional.

Pelaksanaan kegiatan pokok Puskesmas diarahkan kepada keluarga sebagai satuan masyarakat terkecil. Setiap kegiatan pokok Puskesmas dilaksanakan dengan pendekatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD).

Lanjutkan membaca Kegiatan pokok, Azas, Stratifikasi, Perencanaan mikro puskesmas