UKURAN-UKURAN EPIDEMIOLOGI

Hi bro! Belajar dulu, kategori lain entaran hehee. 8 Februari, saatnya ujian akhir semester di mulai. Padahal yang lain udah libur, tapi kampus ane malah masuk, tapi ga apa lah. Nah, karena materi epidemiologi ada yg kurang nih sekallian saya share nyomot dari blog sebelah (Lihat Sumber). Mari kita belajar bersama-sama. :)

UKURAN-UKURAN EPIDEMIOLOGI
A. UKURAN MORBIDITAS
Ukuran atau angka morbiditas adalah jumlah penderita yang dicatat selama 1 tahun per 1000 jumlah penduduk pertengahan tahun
Angka ini dapat digunakan untuk menggambarakan keadaan kesehatan secara umum, mengetahui keberahasilan program program pemberantasan penyakit, dan sanitasi lingkungan serta memperoleh gambaran pengetahuan pendudukterhadap pelayanan kesehatan
Secara umum ukuran yang banyak digunakan dalam menentukan morbiditas adalah angka, rasio, dan pororsi.

1. RATE
Rate atau angka merupakan proporsi dalam bentuk khusus perbandingan antara pembilang dengan penyebut atau kejadian dalam suatu populasi teterntu dengan jumlah penduduk dalam populasi tersebut dalam batas waktu tertentu. Rate terdiri dari berbagai jenis ukuran diataranya adalah:

a). Proporsi atau jumlah kelompok individu yang terdapat dalam penduduk suatu wilayah yang semula tidak sakit dan menjadi sakit dalam kurun waktu tertentu dan pembilang pada proporsi tersebut adalah kasus baru.
Tujuan dari Insidence Rate adalah sebagai berikut
• Mengukur angka kejadian penyakit
• Untuk mencari atau mengukur faktor kausalitas
• Perbandinagan antara berbagai populasi dengan pemaparan yang berbeda
• Untuk mengukur besarnya risiko yang ditimbulkan oleh determinan tertentu
Rumus:
P= (d/n)k
Dimana:
P= Estimasi incidence rate
d= Jumlah incidence (kasus baru)
n= Jumlah individu yang semula tidak sakit ( population at risk)

Hasil estimasi dari insiden dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan penanggulangan masalah kesehatan dengan melihat, Potret masalah kesehatan, angka dari beberapa periode dapat digunakan untuk melihat trend dan fluktuasi, untuk pemantauan dan evaluasi upaya pencegahan maupun penanggulangan serta sebagai dasar untuk membuat perbandingan angka insidens antar wilayah dan antar waktu

b) PR ( Prevalence)
Ukuran prevalensi suatu penyakit dapat digunkan
• Menggambarkan tingkat keberhasilan program pemberantasan penyakit
• Untuk penyusunan perencanaan pelayanan kesehatan. Misalnya, penyediaan obat-obatan, tenaga kesehatan, dan ruangan
• Menyatakan banyaknya kasus yang dapat di diagnosa
• Digunakan untuk keperluan administratif lainnya
Angka prevalensi dipengaruhi oleh tingginya insidensi dan lamanya sakit. Lamanya sakit adalah suatu periode mulai dari didiagnosanya suatu penyakit hingga berakhirnya penyakit teresebut yaitu sembuh, kronis, atau mati

c) PePR (Periode Prevalence Rate)
PePR yaitu perbandingan antara jumlah semua kasus yang dicatat dengan jumlah penduduk selama 1 periode
Rumus:
PePR =(P/R)k
P = jumlah semua kasus yang dicatat
R = jumlah penduduk
k = pada saat tertentu

d) PoPR (Point Prevlene Rate)
Point Prevalensi Rate adalah nilai prevalensi pada saat pengamatan yaitu perbandingan antara jumlah semua kasus yang dicatat dengan jumlah penduduk pada saat tetentu
Rumus:
PoPR =(Po/R)k
Po = perbandingan antara jumlah semua kasus yang dicatat
R =jumlah penduduk
k = selama 1 perode

Point prevalensi meningkat pada :
1. Imigrasi penderita
2. Emigrasi orang sehat
3. Imigrasi tersangka penderita atau mereka dengan risiko tinggi untuk menderita
4. Meningkatnya masa sakit
5. Meningkatnya jumlah penderita baru

Point prevalensi menurun pada :
1. Imigrasi orang sehat
2. Emigrasi penderita
3. Meningkatnya angka kesembuhan
4. Meningkatnya angka kematian
5. Menurunnya jumlah penderita baru
6. Masa sakit jadi pendek

e) AR (Attack Rate)
Attack rate adalah andala angaka sinsiden yang terjadi dalam waktu yang singkat (Liliefeld 1980) atau dengan kata lain jumlah mereka yang rentan dan terserang penyakit tertentu pada periode tertentu
Attack rate penting pada epidemi progresif yang terjadi pada unit epidemi yaitu kelompok penduduk yang terdapat pada ruang lingkup terbatas, seperti asrama, barak, atau keluarga.

f) SAR

g) CI (AAIR)

h) ID

i) Specifik menurut karakteristik

Continue reading UKURAN-UKURAN EPIDEMIOLOGI

4 verifikasi Manajemen Informasi-Rekam Medis dalam akreditasi Puskesmas

4 Verifikasi Manajemen Informasi-Rekam Medis dalam akreditasi Puskesmas

  1. Ada pembakuan kode klasifikasi diagnosis, kode prosedur. simbol dan istilah yg konsisten & sistematis sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Serta penggunaan ICD-X/ICD-9 pada saat melakukan koding diagnosis. Ini dimaksudkan agar informasi data pasien dapat akurat berdasarkan isi catatan medisnya dan sesuai dengan standar baku yang telah ditentukan.
  2. Petugas dapat mengakses info medis sesuai tugas & tanggungjawabnya yg mencakup monitoring & evaluasi pelayanan & asuhan yg diberikan. Pengaksesan informasi konsisten dengan tingkat kerahasiaan & keamanan informasi (konfidensial). Akses info medis ini dimaksudkan untuk pihak intern, ekstern dan juga pihak ketiga dalam hal ini asuransi, instansi perusahaan dan lainnya. Aspek securitas konfidensialnya harus dijaga terutama jika diminta dari pihak ketiga harus ada persetujuan dari pasien dahulu.
  3. Terdapat rekam medis pasien dengan kode yang baku, terdapat mekanisme pengkodean, penyimpanan, dan pendokumetasian yang memudahkan petugas. Ini bertujuan setiap proses identifikasi dan hasil pelayanan dapat berkesinambungan baik info medisnya selama periode perawatan sehingga mudah dalam penyajian datanya.
  4. Isi rekam medis mencakup ; diagnosis, pengobatan, hasil pengobatan & kontinuitas asuhan. Ada mekanisme untuk menilai kelengkapan & ketepatan isi rekam medis, Ada evaluasi terhadap hasil penilaian dan mekanisme menjaga kerahasiaan rekam medis. Standar isi minimal rekam medis harus dipenuhi ini berkaitan dengan desain formulirnya.

Source: http://arieswidiyoko.wordpress.com/2012/10/27/rekam-medis-dalam-akreditasi-puskesmas/

Thanks to: Pak Aries Widiyoko Dosen APIKESCM

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.642 pengikut lainnya.